TERLAMBAT

TERLAMBAT

Sesuatu hari Pak Budi seorang tetangga saya sedang memotong cabang pohon di kebunnya. Ketika ia sedang menggergaji lewatlah seorang lelaki di jalan. Lelaki itu berhenti dan berkata, “Maaf, saya mengganggu. Jika bapak terus menggergaji cabang seperti itu. Bapak pasti jatuh”.

Orang itu mengatakan demikian karena Pak Budi ketika itu duduk di cabang pohon. Dan memotong cabang itu di tempat antara dirinya dan batang pohon.

Pak Budi diam saja. Ia berfikir bahwa orang itu bodoh dan tidak pernah bekerja. Kerjanya hanya berbicara tentang apa yang harus dikerjakan oleh orang dan apa yang tidak seharusnya dikerjakan orang.

Beberapa menit orang itu lewat, pak budi benar-benar jatuh bersama cabang pohon itu yang ia potong.

“Oh tuhan,” serunya. “ternyata orang itu tahu apa yang akan terjadi”.

Post a Comment

0 Comments